Batu Loncatan Menuju Festival Internasional

September 4th, 2008 |  no comment 

Oleh Hasan Ramdan

Festival Paduan Suara. Ajang dua-tahunan ini kembali digelar oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB untuk ke 21 kalinya. Berlangsung selama satu minggu lamanya di Aula Barat, acara ini berakhir pada Minggu malam, 31 Agustus 2008. Seperti biasanya, Winners’ Concert yang berisi penampilan para pemenang dari setiap kategori dan pembagian medali menutup rangkaian acara.

Tiga puluh dua medali emas telah diberikan oleh panitia sebagai simbol kemenangan atas kerja keras para peserta dalam festival kali ini. Kategori yang mendapatkan medali emas paling banyak adalah Female Choir. Delapan buah medali emas berhasil diraih pada kategori ini. Keeva Consort yang merupakan female choir sanggar paduan suara Cantabila muncul sebagai peringkat pertama dalam kategori tersebut. Sedangkan Mixed Youth Choir merupakan kategori dengan perolehan medali emas paling sedikit. Paduan Suara SMA Katolik St. Louis I menjadi satu-satunya pemenang medali emas pada kategori ini. 

Dalam festival kali ini PSM ITB menyelenggarakan beberapa kegiatan. Mulai dari Forum Diskusi Lagu Rakyat, Friendship Concert, Tribute Concert to N. Simanungkalit, Workshop dan tentunya kompetisi paduan suara nasional. Kompetisi ini dibagi menjadi delapan kategori yaitu Children Choir A, Children Choir B, Mixed Youth Choir, Mixed Chamber Choir, Female Choir, Male Choir dan Lagu Rakyat Indonesia. Berbeda dengan festival sebelumnya, kategori Mixed Chamber Choir merupakan kategori yang baru dipertandingkan. 

Festival yang persiapannya memakan waktu satu tahun ini berhasil mendatangkan 82 peserta dari seluruh Indonesia. Tidak semua pendaftar dapat menjadi peserta pada festival kali ini. Hal ini terbukti dengan gugurnya 18 pendaftar dari 100 yang ada yang disebabkan oleh masalah administrasi dan Standar Internasional yang diberlakukan.

Menurut Koordinator Materi Lomba, Sindy Gita Ratri (IF’05), peniliaian kali ini didasarkan pada empat hal yaitu intonasi, kualitas vokal, kesesuaian dengan partitur, dan artistik secara keseluruhan. Standar penilaian dibuat oleh tim artistik yang beranggotakan Catharina W. Leimena, Indra Listianto, dan Dorcas Sunarjo. Juri-juri mancanegara pun ikut berperan dalam penilaian kali ini, salah satunya adalah Jonathan Velasco (Filipina) yang juga hadir sebagai pembicara dalam workshop “Choral Music Interpretation” pada Jumat, 29 Agustus 2008.

Festival kali ini merupakan batu loncatan PSM ITB untuk menyelenggarakan festival internasional paduan suara, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 27 Juli-2 Agustus tahun 2010 mendatang. Tahun tersebut akan menjadi The 1st International ITB Choir Festival.

“Kalau dinominalkan sekitar 400 hingga 500 juta,” jawab ketua panitia FPS XXI ITB 2008, Imelda Febriana T. (Mikrobiologi ’04), saat ditanya mengenai dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara ini. Mahasiswi yang akrab disapa Imel ini mengaku bahwa tidak ada dominasi sumber dana. Setiap sponsor dan donator memegang porsi yang  sama rata yaitu sekitar 10-15%. Imel sendiri mengaku belum melakukan perhitungan rekapitulasi.[]

TI Back To School, Mengabdi lewat PPAB

July 21st, 2008 |  no comment 

UATM Cup 2008

May 5th, 2008 |  no comment 

GME 2008, Membuka Cakrawala Bersama Balawan

April 20th, 2008 |  1 comment 

Open House ITB 2008

March 3rd, 2008 |  1 comment 

Peduli Cagar Budaya Lewat Planosphere

February 26th, 2008 |  1 comment 

WWF: Pilih Bandeng, Jangan Hiu!

February 21st, 2008 |  no comment 

Kampanye Sehat Tak Tahan Hujan

February 21st, 2008 |  no comment